Cara Memilih Serum Vitamin C yang Efektif

syarat Vitamin C yang efektif - beningbersinar

Penggunaan Vitamin C (Vit. C) pada skincare sudah populer sejak beberapa tahun yang lalu. 

Bertebaran beragam produk, bahkan muncul DIY masker lemon yang cukup menyesatkan. 

Vit. C sebenarnya relatif cukup aman, tapi kekurangan pemahaman dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Kenapa begitu? Ayo coba kita kenali dulu.

Vit. C adalah salah satu zat kaya antioksidan yang secara natural diekstraksi dari Citrus, sayuran berdaun hijau, stroberi, pepaya, dan brokoli.

Molekul pada Vit. C berperan sebagai antioksidan yang membantu proses kimiawi dalam menetralisasi dampak buruk yang diakibatkan dari radikal bebas. Radikal bebas bersumber dari sinar UV, polusi udara dan asap rokok, hingga racun dan pestisida yang sehari-hari kita hadapi secara tidak sadar, bahkan konsumsi dalam jumlah yang entah seberapa banyaknya.

Ada berbagai macam turunan Vit. C yang diterapkan dalam formulasi produk skincare. Di antaranya yang paling umum adalah:

 

L-Ascorbic Acid

Bentuk murni dari Vit. C yang bersumber dari bahan natural. 

L-Ascorbic Acid umum ditemukan pada produk Vit. C dengan kadar 5%-15%. Konsentrasi di atas 15% dapat mengiritasi kulit, namun konsentrasi 5% juga sering ditemui memiliki pH yang rendah sehingga dapat bereaksi negatif pada kulit sensitif.

Magnesium Ascorbyl Phosphate

Turunan Vit. C yang dianggap paling stabil dan merupakan antioksidan yang efektif untuk kulit. Karakternya yang lebih stabil dibanding L-Ascorbic Acid menjadikannya aman untuk kulit sensitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Vit. C ini mampu menjaga kelembapan kulit untuk tetap stabil, sekaligus menenangkan kulit, mencegah kelebihan produksi minyak dan tanda-tanda kulit sensitif lainnya. Konsentrasi yang dibutuhkan Magnesium Ascorbyl Phosphate untuk dapat bekerja dengan baik adalah 5% ke atas.

Ascorbic Acid Polypeptide

Turunan Vit. C yang relatif baru tetapi lebih stabil. Karena stabil, produk yang mengandung Ascorbic Acid Polypeptide lebih terjamin kesegaran dan kefektifannya tanpa efek samping fotosensitivitas (reaksi negatif pada kulit ketika terpapar sinar UV). Namun, seperti L-Ascorbic Acid, Ascorbic Acid Polypeptide juga dapat mengiritasi kulit sensitif.

Ascorbic Palmitate

Ascorbyl Palmitate adalah hasil dari penggabungan L-Ascorbic Acid dengan Palmitic Acid.

Palmitic Acid membuat senyawa ini larut dalam lemak (umumnya Vit. C larut dalam air). Sama seperti magnesium ascorbyl phosphate, turunan Vit. C ini tidak mengiritasi kulit. Namun, ascorbyl palmitate hanya berfungsi optimal pada konsentrasi tinggi.

Ascorbyl Glucoside

Didapatkan dari proses kondensasi ascorbic acid dan glukosa, turunan Vit. C ini cukup stabil terhadap suhu panas, sinar matahari, dan oksigen. Pada kulit sensitif pun relatif minim iritasi. Ini dikarenakan kadar ascorbyl glucoside pada skincare hanya berkisar 5% dengan pH6.0. Sebagai antioksidan, penggunaan dengan turunan Vitamin B (Niacinamide) dirasa lebih efektif.

 

Penggunaan Vit. C secara topikal (diterapkan pada kulit) diharapkan dapat melindungi protein alami pada kulit dari kerusakan. 

Kenapa topikal bukannya dengan mengonsumsi? 

Ketika berbentuk makanan, minuman, atau suplemen, tubuh hanya mampu menyerap Vit. C dalam jumlah yang sedikit. Lalu bagaimana dengan DIY tutorial menggunakan lemon dan jeruk segar yang dibalurkan ke wajah? Vit. C-nya natural tanpa bahan kimia, pastinya lebih bagus dan ngefek di kulit kan? Belum tentu, BroSis! Ini adalah salah satu beauty hack yang berbahaya. 

Pertama, tidak ada yang tau kadar acid di dalamnya kecuali dites di lab. Ketidakpastian kadar Vit. C ini akan mengakibatkan kemungkinan iritasi ketika kontak dengan kulit. Lagipula, tidak diketahui kadar pH irisan lemon, jeruk, apalagi jeruk nipis (hayo ngaku emak-emak pasti suka pelit beli buah lemon, lalu ber-ide-ide-an malah diganti jeruk nipis. Yakaaan?!?). Nah, saat kontak dengan kulit, jika pH jeruknya terlalu rendah, seketika itu juga kulit yang terpapar bisa mengalami iritasi.

Kedua, senyawa psoralens pada lemon dan jeruk dapat memicu reaksi fototoksik (reaksi zat kimia ketika terpapar sinar UV) yang malah memunculkan noda merah hingga luka pada kulit. Oleh karena itu, Vit. C yang diolah khusus dan ditakar secara kimiawi oleh oknum-oknum yang berkompeten di bidangnya (memang punya gelar ahli kimia/farmasi, bukan dukun jamu) adalah yang paling efektif untuk mendapatkan manfaat yang optimal. 

Di antara manfaat penerapan topikal Vit. C pada kulit adalah mengurangi keriput, meningkatkan produksi kolagen, mempercepat penyembuhan luka, melindungi dari bahaya sinar matahari, mengurangi hiperpigmentasi, meratakan warna kulit, dan mencerahkan tapi apakah sedahsyat itu?

Ternyata, hasil penelitian menunjukkan bahwa Vit. C hanya dapat berfungsi maksimal jika konsentrasinya 10-20% dan dibarengi dengan antioksidan lainnya seperti alpha tocopherol (Vitamin E), Glutathione (GSH), dan Ferulic Acid. Vitamin E dan Glutathione membantu menstabilkan Vit. C, sedangkan Ferulic Acid menekan pH hingga 3,5 yang mengoptimalkan proses penyerapan ke dalam kulit.

Nah, jadi apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk Vit. C yang cocok untuk kulit?

  1. L-Ascorbic Acid dengan kadar 10-20%. Kadar 10-20% adalah zona aman dan efektif produk Vit. C.
  2. Tambahan kandungan antioksidan Vitamin E, Glutathione, atau Ferulic Acid. Pertimbangkan adanya 3 senyawa di atas agar produk yang digunakan bisa berfungsi efektif.
  3. Kemasan dengan botol kaca kedap udara dan gelap. Vit.C akan menurun kualitasnya jika terekspos udara dan sinar matahari.
Cara Mencari Vit. C yang Efektif

Ketika sudah menemukan produk yang akan dicoba, lakukan dulu patch test di ujung tulang pipi untuk menguji tingkat iritasi. Patch test wajib dilakukan oleh pemilik kulit sensitif, rosacea, dan eksim. Hal penting lainnya adalah tabir surya. 

Tabir surya wajib digunakan tanpa alasan apapun tetapi ketika sudah memulai memasukkan Vit.C ke dalam skincare routine, kondisi kulit akan menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari dan butuh perlindungan lebih. Jadi selain WAJIBBBB pakai sunblock, juga diperhatikan kekuatan UVA-UVB dengan SPF minimal 50, PA minimal +++ serta kepatuhan untuk reaplikasi sepanjang hari. Minimal banget ya harus oles ulang tiap 4 jam lho!

 

Masih bingung dalam memilih Vit. C mana di lapak Bening Bersinar yang paling pas bagi kebutuhanmu? Bisa dicoba baca dulu ulasan dan perbandingannya di sini.



Baca lebih lanjut

Grafis Niacinamide - Bening Bersinar

Niacinamide dalam Produk Skincare

Pilih Exfoliating Toner atau Exfoliating Treatment?

Pilih Exfoliating Toner atau Exfoliating Treatment?

Grafis Produk Skincare Alernatif - beningbersinar

Produk Skincare Alernatif

Komentar

Izzatur Rahmah November 7 2020

Dulu punya temen kulit badak. Doi rutin pakai lemon untuk kulit wajah biar bersih katanya. Karena ngeliat kulitnya aman-aman aja. akhirnya berani juga nyobain. Hasilnya? Jangan harap akan sama. Yang ada kulit terasa kebakar, panas, merah, gatal sesaat setelah dipakai.
Akhirnya sejak itu, ga mau lagi pakai yang katanya ALAMI LEBIH BAGUS