Retinol

Grafis Retinol - beningbersinar

Oleh: Saskia Tri Yunita

 

Siapa yang masih bingung apa bedanya Retinoid dan Retinol? Atau mungkin ada yang selama ini berpikir mereka itu sama karena sama-sama “Retin”? Yap, Retinoid dan Retinol sebenarnya adalah sama-sama senyawa turunan Vitamin A.

Retinoid dikutip dari Harvard Health Publishing adalah obat-obatan yang berbasis Vitamin A yaitu senyawa anti-penuaan yang paling banyak dipelajari dan paling luas penggunaannya di bidang dermatologi, retinoid merupakan kelas senyawa aktif turunan Vitamin A. Nah, retinoid ini memiliki konsentrasi bahan yang lebih aktif sehingga tidak dijual bebas dan penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Sedangkan Retinol merupakan salah satu senyawa turunan Retinoid yang digunakan sebagai salah satu kandungan dalam kosmetik, sehingga banyak dijual di pasaran.

Selain Retinol, Retinoid punya turunan-turunan lainnya yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu:

1. Retinoid Alami yang terdiri dari:
  • Retinol
  • Retinyl Palmitate
  • Retinal Dehyde
  • Tretinoin
2. Retinoid Sintetik yang terdiri dari:
  • Adapalene
  • Tazarotene
  • Isotretinoin

 

Sampai sini sudah mulai terlihat ya perbedaan Retinoid dan Retinol.

Retinoid Alami terbentuk secara alami yang berasal dari Vitamin A, sedangan Retinoid Sintetik tidak, Retinoid Sintetik merupakan hasil penelitian para ilmuan. Retinoid Sintetik bekerja “seperti” retinoid alami, tetapi tidak sama.

Keduanya memiliki persamaan yaitu bisa mengaktifkan RAR (retinoic acid receptors) atau reseptor asam retinoate di kulit. Aktivasi ini sangat penting karena merupakan cara kerja dasar Retinoid untuk memicu respon baik di kulit atau gampangnya nih biar dia bisa bekerja di kulit kita.

Perbedaannya, Retinoid alami seperti tretinoin, mengaktifkan semua RAR kulit, sementara retinoid sintetik mengaktifkan pilihan yang ditargetkan. Karena retinoid alami dan sintetis mengaktifkan RAR berbeda di kulit, efeknya juga berbeda walaupun keduanya adalah retinoid.

 

Retinol

Seperti yang sudah dijelaskan diatas Retinol adalah bentuk alami vitamin A. Ini ditemukan dalam banyak perawatan kulit dan produk kecantikan. Fungsi retinol yaitu dapat membantu membuat kulit terlihat lebih cerah, dan terasa lebih lembut dan halus. Ini juga dapat membantu mencegah garis-garis halus dan kerutan.

Menurut Casey Gallagher, MD (Dermatologist, Clinical Professor at the University of Colorado) Retinol sendiri sebenarnya tidak mempengaruhi kulit secara langsung. Namun Retinol harus diubah oleh Enzim di dalam kulit terlebih dahulu agar retinol menjadi asam retinoat. Retinol hanya dapat bekerja secara efektif jika sudah diubah menjadi asam retinoate.

Alur konversi Retinol menjadi Asam Retinoat
Alur konversi Retinol menjadi Asam Retinoat - beningbersinar

Dan penggunaan retinol juga bukan proses instan. Proses pengubahan ini bisa memakan waktu lama. Hal-hal yang mempengaruhi diantaranya adalah jumlah konsentrasi retinol dalam suatu produk, dan produk yang mungkin terdegradasi (usia produk yang sudah lama atau produk yang sudah terbuka). Namun yang menarik adalah ternyata ada beberapa orang yang bisa merubah retinol menjadi asam retinoat lebih cepat daripada yang lainnya.

Retinol mungkin tidak 100% diubah menjadi asam retinoat. Oleh karena itu, semakin sedikit konversi yang dibutuhkan untuk mendapatkan asam retinoat, semakin kuat kandungan retinoidnya.

 

Retinyl Palmitate

Retinyl palmitate dan retinol adalah retinoid yang lebih umum (dan lebih murah) juga merupakan Over The Counter (OTC) atau kandungan yang dapat ditemukan dalam produk yang dijual dipasaran. Retinyl palmitate lebih lemah dari retinol, tetapi banyak produk perawatan kulit dengan kandungan Retinyl Palmitate diberi label sebagai perawatan "retinol", bahkan jika hanya ada retinyl palmitate sebagai bahan aktif dan tidak ada bahan retinol sebenarnya.

Sayangnya, ini menyebabkan banyak kebingungan karena Retinyl Palmitate tidak sama dengan Retinol. Retinyl palmitate pertama-tama harus dikonversi menjadi retinol, yang kemudian dikonversi menjadi retinaldehyde, yang akhirnya dikonversi menjadi asam retinoat, yang akan kelihangan beberapa efeknya selama setiap langkah konversi.

Alur konversi Retinyl Palmitate menjadi Asam Retinoat
Alur konversi Retinyl Palmitate menjadi Asam Retinoat - beningbersinar

Retinol membutuhkan dua langkah metabolisme untuk diubah menjadi asam retinoat, sedangkan Retinyl Palmitate membutuhkan tiga langkah. Oleh karena itu Retinyl Palmitate lebih lemah dari Retinol, lebih lemah dari Retinaldehyde dan lebih lemah dari Asam Retinoat

Retinol dan Retinyl Palmitate cocok digunakan bagi mereka yang baru mau mencoba menggunankan produk perawatan wajah dengan kandungan Retinoid.

 

Retinaldehyde

Retinaldehyde merupakan senyawa yang lebih kuat disbanding Retinyl Palmitate dan Retinol. Sederhananya, retinaldehyde (yang sering muncul sebagai retinal pada label perawatan kulit) adalah turunan vitamin A yang merupakan “jalan terakhir” menuju asam retinoat.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, semakin banyak langkah konversi yang diperlukan sebelum turunan retinoid dapat mencapai tujuan akhir sebagai asam retinoat, semakin lemah dan kurang kemanjurannya.

Karena retinaldehyde hanya satu langkah lagi dari mencapai tujuan akhir, retinaldehyde memberikan efek yang lebih kuat daripada rekan OTC lainnya yang memerlukan langkah konversi tambahan sebelum berubah menjadi asam retinoat.

Retinaldehyde dapat digunakan bagi mereka yang mencari efek anti-penuaan dari retinoid, terutama mereka yang telah menggunakan dan dapat mentolerir Retinol atau Retinyl Palmitate, tetapi tidak melihat hasil yang mereka inginkan. Dalam hal ini, Anda dapat menaikkan level kandungannya ke Retinaldehyde, yang lebih kuat dan efektif untuk memperbaharui sel-sel kulit.

 

Tretinoin

Selanjutnya turunan Vitamin A dari Retinoid Alami yaitu Tretinoin, dianggap sebagai anti-penuaan paling efektif karena bekerja dengan cara meningkatkan produksi kolagen. Selain itu, tretinoin juga banyak digunakan sebagai obat jerawat dengan cara mengiritasi kulit dan merangsang sel-sel kulit tumbuh (membelah) dan mati lebih cepat secara bertahap untuk meningkatkan pergantian sel kulit.

 

Selanjutnya kita masuk ke Retinoid Sintetik.

 

Adapalene

Adapalene juga dikatakan menghasilkan efek antiinflamasi, dan juga mencerahkan bintik-bintik hitam karena penuaan. Kuat atau tidaknya zat ini berhubungan dengan efek samping yang dihasilkan. Adapalene dipercaya memberikan efek iritasi yang lebih sedikit dibanding tretinoin, sehingga lebih dipilih untuk meminimalisir efek samping. 

 

Tazarotene

Tazarotene lebih efektif (dalam hal terapi jerawat) daripada adapalene dan tretinoin. Sedangkan adapalene lebih efektif dibanding tretinoin. Tazarotene memang lebih difungsikan sebagai obat Jerawat dan Psoriaris.

Tazarotene, Adapalene dan Tretinoin sama-sama memiliki efek komedolitik yang berguna untuk terapi jerawat dan juga efek anti-aging

 

Isotretinoin

Yang terakhir adalah Isotretinoin, Isotretinoin merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi jerawat yang suliiiit banget untuk ditangani, biasanya nih Isotretinoin ini digunakan untuk mengobati cystic acne atau nodular acne berwarna merah, berukuran besar dan menyebabkan rasa sakit yang sudah tidak bisa diobati dengan perawatan kulit biasa atau skincare biasa.

 

Kalau yang sudah sering searching seputar Retinol, pasti tau deh sama yang namanya Bakuchiol.

 

Bakuchiol ini banyak dianggap sebagai kandungan dalam skincare yang “mirip” dengan Retinol, sebenarnya Bakuchiol ini merupakan kandungan yang didapat dari tanaman babchi atau Psoralea corylifolia yang ada di India.

Sebuah artikel peneliatan dari US National Library of Medicine menyatakan bahwa walaupun Bakuchiol ini tidak memiliki kesamaan struktural dengan Retinoid namun Bakuchiol memiliki efek yang serupa tapi tak sama dengan Retinol.

Dalam hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa, setelah 12 minggu perawatan dengan kandungan Bakuchiol terlihat pengurangan yang cukup signifikan pada kerutan, garis-garis halus, pigmentasi di kulit wajah dan meningkatkan elastisitas kulit tanpa efek samping iritasi dibandingkan dengan Retinol.

Namun sodara-sodara sekalian, jika kalian ingin menggunakan skincare dengan efek anti-aging yang lebih nyata hasilnya, dermatology dan aesthetician lebih merekomendasikan Retinol ketimbang si Bakuchiol ini karena efek anti-aging pada Bakhuciol sangatlah rendah jauh dibandingkan dengan Retinol. Bakuchiol ini lebih cocok untuk kulit yang sangat sensitive karena sangat ringan dan tanpa efek samping iritasi.

 

Efek Samping Penggunaan Retinoid

Nah, untuk efek samping penggunaan skincare yang mengandung Retinoid dan turunanya semuanya hampir sama yaitu menyebabkan kulit iritasi, kemerahan, kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari dan bahkan mengelupas.

Maka penggunaan skincare dengan kandungan Retinoid, Retinol dan kawan-kawan baiknya digunakan pada Malam hari dan tidak boleh lupa untuk menggunakan Sun Screen di pagi hari sebelum beraktifitas.

 

 

Terus, apa ada kandungan Retinoid yang aman untuk Bumil?

Jawabannya tidak ada! Karena Retinoid dapat menyebabkan gangguan pada saraf bagi Ibu hamil dan janin. Tapi, kalau buibuk ini masih kekeuh pingin coba skincare yang terdapat kandungan Retinoid atau Retinol silakan diskusikan dengan Dokter kesayangan masing-masing ya. Justru kebanyakan dokter menyarankan penggunaan sun screen sebagai perawatan anti-aging selama hamil dan menyusui.

 

Kesimpulannya

Dari penjelasan diatas Retinoid Alami yaitu Retinol, Retinyl Palmitate, Retinaldehyde dan Tretinoin merupakan kandungan yang banyak dijumpai dalam skincare sebagai perawatan anti-aging, sedangkan Retinoid Sintetik seperti Adapalene, Tazarotene dan Isotretinoin lebih digunakan sebagai obat jerawat yang biasanya berbentul Gel / Krim juga obat minum dan penggunaannya pun harus sesuai dengan anjuran dokter.

Produk dengan kandungan Retinoid dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan dan mengelupas karena cara kerjanya yang memperbarui sel sel kulit wajah. Namun, ada kandungan yang serupa dengan Retinol namun tidak memiliki efek samping iritasi yaitu Bakuchiol yang berasal dari tanaman babchi atau Psoralea corylifolia walaupun tidak mengiritasi, efek anti-aging dalam Bakuchiol sangat rendah dibandingkan dengan Retinol.

 

Gimanaaa? Sudah menentukan skincare dengan kandungan retinol mana yang mau kamu coba? 

Baca lebih lanjut

Tips Memilih Eye Cream - BeningBersinar

Tips Memilih Eye Cream yang Cocok sesuai Kebutuhanmu

Grafis cleansing balm - beningbersinar

Cleansing Balm

Ilustrasi tangan menengadah ke matahari - bening bersinar

Tips Mengatasi Tangan Kering di tengah Pandemi

Komentar

Izzatur Rahmah November 9 2020

Aku baru nyoba retinol sekitar satu bulanan ini. Ibarat tangga kehidupan, retinol ini adalah tangga terakhir yang wajib dicoba kalau udah lulus basic, udh lulus pakai acid. Pengalaman pakai retinol sebulanan ini, memang bener-bener bikin kulit makin cerah dan garis halus dikulit jauuuhh berkurang.