Purging vs Nggak Cocok

Ilustrasi Purging vs Nggak Cocok - beningbersinar

Pertanyaan abad ini.

I don't believe in purging. Dirawat kok malah jadi jerawatan? Tapiiiiii, akhirnya baru tau bahwasanya purging itu nyata. Pertama, akibat Sunday Riley Good Genes. Kemudian berbagai produk bekicot juga belakangan terbukti bikin purging.

Ciri khas purging adalah jerawat yang tiba-tiba bermunculan, biasanya di tempat dimana banyak jerawat laten (jerawat batu hilang timbul, disangka udah mateng sempurna ternyata jadi zombie dalam kubur, jerawat mendem atau area langganan jerawat). Tapi, kalau produknya beneran bagus atau cocok, biasanya juga akan segera sembuh. Sekitar seminggu purging akan reda dan nggak akan muncul lagi di tempat yang sama ya. Kalau di kavling sebelah masih mungkin.

Kalau anda termasuk kaum penyabar yang telaten mengayomi purging, harap diingat batas maksimal purging adalah sebulan. Lewat dari itu masih "mekar" terus, nggak mungkin purging, terserah bualan mbak BA nya gimana juga. Karena siklus metabolisme kulit itu sekitar 28 hari!

Segi positif purging adalah, setelah tabungan jerawat "dipecahkan" semua, well hellooooo awesome skin!

Nah, sekarang taunya cocok atau nggak gimana?

Ini makanya, selalu saya wanti-wanti, kenalilah kulitmu sebaik mungkin. Emang susah ya, tapi untuk kebaikan diri sendiri kan?

Yang jelas, sebaiknya cobalah produk baru satu demi satu. Beri tenggang waktu 1-2 minggu sebelum pakai produk baru lainnya. Supaya ketauan efektivitas, kinerja dan kecocokan kulit terhadap produk tersebut. Kalau malam ada jerawat, pagi-pagi jadi gimana kelihatannya? Tambah merah atau berkurang? Jadi mateng atau malah meradang? Bagi yang nggak jerawatan, jadi kenyal/lembab/kinclong/pori-pori rapat/glowing/halus nggak?

Pemicu masalah biasanya suka tak terduga. Masalah terbesar saya adalah pH nggak balanced dari Shampoo (!!!) juga Argan Oil, Ginseng dan..... Tea Tree (!!!). Mayoritas masalah kulit langsung teratasi sejak menggunakan Low pH Cleansing Products.

Cobalah mulai proaktif meneliti Skincare yang digunakan, dan jangan bergantung pada rekomendasi orang lain. Daripada kebanyakan nanya, mending kebanyakan riset. Kalau ngaku newbie Skincare, justru HARUS banyak baca riset dan review ya.

Baca lebih lanjut

Alkohol dalam Skincare - beningbersinar

Alkohol dalam Produk Skincare

Serba Serbi Skincare

Serba Serbi Skincare

Ilustrasi Paula's Choice Clinical dan Boost - beningbersinar

Efektif Mana, Paula’s Choice 10% Niacinamide Booster atau Clinical Niacinamide 20% Treatment?

Komentar

Alfani husna Ahlisa November 13 2020

Berkat baca artikel ini, jadi bener2 tau apakah wajahku sedang purging atau breakout karena ga cocok. Untuk kemudian merenung, apakah harus sabar dan segera menabung untuk ganti skincare yg lebih mumpuni 😅

Lina Nananana November 9 2020

Thank God aku kulitnya cukup badak dan ga pernah purging 😎 tp kalo ga cocok pastinya sama produk2 skincare ber parfum.. sedih deh padahal wanginya suka enak2, tp langsung bikin kulit merah gatel kering bersisik ala eczema gitu terutama di sekitar bibir dan mata. Emang takdir ga bisa pake skincare semerbak, untung sekarang banyak skincare mantap tak berparfum!

Izzatur Rahmah November 5 2020

Nah iya, setiap kali ada produk baru biasanya aku selalu coba satu-satu. Biar tau mana biang keroknya. Karena kalau semua, jadi bingung mana yang bikin kulit keliatan membaik dan mana yang bkin kulit jadi memburuk. Kalau gara-gara shampoo aku selalu mensiasatinya dengan mencuci muka setelah keramas. Jadi residu shampoo yang tinggal di kulit wajah bisa hilang.