Bagaimana Cara Membedakan antara Kulit Kering, Dehidrasi, maupun Berminyak?

Kulit Dehidrasi - beningbersinar

Kulit kering: kalau di skincare Korea bilangnya bersifat “dingin” maka relatif nggak pernah jerawatan, tapi gampang keriput dan minim glowing. Sifat kulitnya acidic, jadi bakteri pencetus jerawat susah bercokol.

Dehidrasi bisa dibagi menjadi 2 jenis:

  1. Yang jadi berminyak parah atau combi-oily, mudah jerawatan yang berwujud merah gede-gede bengkak ngilu pedih nyut-nyutan. Susah cocok skincare apapun, padahal tadinya kulitnya tergolong adem ayem, jarang bermasalah dan tidak perlu perawatan aneh-aneh. Ini jadi dehidrasi akibat Moisture Barrier-nya udah hancur lebur.
  2. Kemudian ada lagi yang kulitnya kering tapi jerawatan parah seperti combi-oily, biasanya lebih gawat merah-merah bengkak-bengkak iritasi rauwisuwis dan kulitnya rapuh banget jadinya (kaya tipiiis gitu) dan perih-perih ngilu kalau

Nggak yakin atau percaya atau tau masuk golongan mana? Mari kita tes!

Dari jaman dulu, cara paling mudah membuktikan kulitnya beneran berminyak, atau combi-oily atau dehidrasi terselubung:

Ganti 2nd cleanser pakai yang paling gentle (menurut saya, bukan menurut Anda!)

Sebenarnya kalau mau menyimak deskripsi di captionnya tiap produk disini, sudah cukup tersirat produk yang disediakan untuk jenis kulit apa. Paling gampang: cobain Skin Dewi RASPBERRY – ada ukuran imutnya tuh kalo ogah rugi - kemudian perhatikan kulitnya. Nggak usah pake lama, sekali pakai aja udah bisa ketauan kalau kamu orangnya perhatian (wajib perhatian sih).

Sehabis penggunaan perdana: Kelar basuh wajah, langsung cek rasanya kulit mu sekarang gimana? Perih-perih terasa berkurang nggak (meskipun dikit banget?).

Kemudian siangnya gimana? Apakah banjir minyak seperti biasa? Tambah berminyak? Apa malah jadi kalem dan berkurang?

Minyak/Merah-merah/Bengkak/Ngilu/Perih-perihnya?

Setelah 3-7 hari, efeknya akan makin nyata terlihat ya.

Kalau sudah tenang, sudah stabil, bolehlah kalau mau coba 2nd cleanser lainnya, seperti (low) foaming wash yang gentle. Kalau memang beneran dehidrasi, biasanya produksi minyak alami wajah akan perlahan berkurang secara signifikan.

Kalau ternyata sekadar kulit kering, tinggal ubah atau tambah skincare yang banyak kadar minyak. Ganti Hydrating Toner dengan yang lebih efektif mempertahankan kadar air, bisa mulai mencoba oil-serum, nggak boleh lagi menghindari penggunaan facial oil berkualitas baik, dan nggak ada ceritanya skip pelembap terutama cream dan mulailah penggunaan sleeping mask di malam hari untuk membantu mengurangi penguapan kelembapan alami kulit saat tidur serta memaksa skincare lainnya untuk bekerja lebih lama dibawah permukaan kulit. Bagi usia diatas 35th, udah nggak ada lagi ceritanya nggak pakai Cream atau ngotot hanya mau pakai yang berbentuk emulsion, lotion, bahkan gel! Usia segitu itu udah butuh banyak bantuan dari unsur minyak ya Dek, nggak bisa sekadar oles produk-produk kaya air tok.

Untuk dehidrasi, pembahasan udah tersedia dalam 3 bab padat karya di bagian Over Exfoliation  Banyak penjelasan dan solusinya bisa langsung didapat disana.

Yang juga bisa membantu deteksi apakah kulitmu dehidrasi atau kering adalah: Hydrating Toner. Jangan ngotot cari “toner yang bagus buat kulit combi-oily dan acne-prone tuh yang mana ya?”

Saya justru paling demen suruh orang cobain toner yang kental dan oily. Kalau dia suka dan kulitnya jadi enak, itulah jawabannya - selamat, Anda dehidrasi!

Sementara kalau rasanya biasa-biasa aja, berarti kulitnya memang kering, jadi butuh lebih dari sekedar hydrating toner yang rich buat menyehatkan kulitnya.

Kenapa di awal saya suruh coba pakai 2nd cleanser, kok nggak dari 1st cleanser sekalian?

Karena Second Cleanser itulah yang terakhir sentuh kulit, nggak ada yang menetralisir lagi sebelum ketemu skincare. Maka dia akan lebih berpengaruh pada kemaslahatan kulit setelahnya.

Hanya bisa cobain pakai Skin Dewi Raspberry? Nggak juga, Hazelnut nya gentle banget juga, Votre Peau Coco Jelly, Rovectin Conditioning Cleanser, Lagom Gel  to Water Cleanser juga bisa dicoba, semua lembuuutt kok.

Kenapa nggak pakai foaming cleanser aja sih? Karena banyak yang kulitnya nggak kuat deterjen tapi nggak sadar atau tau. Bukan sekedar masalah SLS atau SLES tapi bisa juga dari saponin atau papain. Kalau mendeteksi masalah, segala pemicu potensialnya harus dieliminasi total dulu kan?

Bisa juga dicoba 1st cleanser (oil based cleanser ya) digunakan 2x saat double cleansing atau sekali saat pagi hari.

Kemudian pasti nanya lagi “Kalau hydrating toner, harus cobain yang mana?”

Pilih salah satu aja, jangan takut sama Skin Dewi karena dia ada campuran minyak – bisa jadi itulah penyelamat wajahmuuu.

Mari dicobain deh, barangkali bisa terjadi perubahan besar dalam berbagai masalah kulitmu!

Baca lebih lanjut

Ilustrasi tangan menengadah ke matahari - bening bersinar

Tips Mengatasi Tangan Kering di tengah Pandemi

Grafis cleansing balm - beningbersinar

Cleansing Balm

Grafis Facial Oil - beningbersinar

Face Oil

Komentar

Izzatur Rahmah November 9 2020

“Second cleanser kan cuma sesaat nyentuh kulit? Jadi ga perlu pilih yang lembut dong, ga akan ngaruh sama kulit. Toh skincare yg lainnya udh dipilih yang paling bagus.”

Ini ucapan saya di awal-awal kenal skincare koreyah. Saya pilih first essence, toner, serum, cream yang menurut saya bagus dgn harga lumayan. Tapi utk second cleanser, saya pilih yang ada d drugstore. Yang kebanyakan bikin kulit kering ketarik sesaat setelah cuci muka. Awal-awal masih nyaman, tapi setelh beberapa minggu langsung deh bruntusan. Usut punya usut ternyata biang masalahnya second cleanser.

Dan beneran dong, abis ganti second cleanser kulit jauuuuuhh membaiikk. Skincare selanjutnya jadi bekerja lebih baik.