Bahas Tuntas AHA (Alpha Hydroxy Acid)

AHA (Alpha Hydroxy Acid) - beningbersinar

AHA adalah singkatan dari alpha-hydroxy acid — merupakan bentuk asam yang berasal dari susu, tumbuhan atau buah.
AHA merupakan Chemical Exfoliants dan dampaknya ke kulit lebih lembut jika dibandingkan dengan penggunaan Physical Exfoliants seperti brush dan facial scrub.

Dia bekerja pada lapisan kulit paling atas, kandungannya bantu melepaskan ikatan antara kulit mati di bagian atas dengan lapisan kulit baru dibagian bawah, mengikis kulit mati sehingga lebih cepat tergantikan dengan kulit baru yang lebih cerah, sehat keminclong.

AHA juga bersifat water soluble atau larut dalam air, sehingga lebih cocok digunakan untuk jenis kulit kering.
AHA ini terdiri dari bebeberapa jenis, yang akan dijelaskan di bawah ini:

1. Glycolic Acid

Glycolic Acid (GA) merupakan jenis AHA yang didapat dari sugarcane atau tebu.
GA memiliki berat molekul paling kecil diantara semua jenis AHA.
Penyebab Glycolic Acid menjadi begitu istimewa dalam kancah dunia skincare adalah GA dalam konsentrasi 5% dapat bekerja cepat menembus lapisan kulit secara efektif sehingga lapisan kulit paling atas bisa segera tergantikan dengan kulit baru kinyis-kinyis yang berada dibawah.

Dia juga memiliki kemampuan untuk melembabkan kulit, dan mempertahankan kelembaban alaminya. Glycolic Acid juga diketahui memiliki efek anti-inflamasi, keratolitik, dan antioksidan sehingga banyak disukai bagi pengguna yang mengharapkan perbaikan beberapa masalah sekaligus dalam 1 produk.

2. Lactic Acid

Lactic Acid adalah jenis AHA yang didapat dari susu, cara kerjanya sangat mirip dengan Glycolic Acid namun efeknya lebih lambat terlihat karena memiliki berat molekul yang sedikit lebih besar dari GA, sehingga sedikit mengurangi kemampuannya untuk menembus lapisan terluar kulit.
Lactic Acid dalam konsentrasi antara 5% dan 10% akan menjadi pilihan yang tepat untuk kulit kering yang cenderung sensitif karena Lactic Acid dampaknya ke kulit sedikit lebih ringan dibandingkan Glycolic Acid.

3. Malic Acid

Malic Acid adalah jenis AHA yang terdapat dari buah Apel dan Pear.
Malic Acid ini memiliki berat molekul lebih besar dibanding Glycolic dan Lactic Acid, namun tetap mampu melakukan eksfoliasi dan juga bermanfaat ganda sebagai antioksidan.

Malic Acid dalam konsentrasi 1% hingga 2% dapat bekerja dengan efektif jika bekerja sebagai peren pembantu dengan kandungan utama Gycolic maupun Lactic Acid. Biasanya Malic Acid tidak digunakan sendiri (komposisi hanya mengandung bahan aktif Malic Acid saja) karena dianggap kinerjanya tidak seefektif Glycolic dan Lactic Acid sehingga Malic Acid dalam skincare lebih sering digunakan sebagai penyeimbang atau penyesuai pH.

4. Tartaric Acid

Tartaric Acid merupakan jenis AHA yang secara alami terdapat dalam buah Anggur, memiliki ukuran yang lebih besar dari Malic Acid dan hampir 2x lebih besar dari ukuran Glycolic Acid. Walaupun Tartaric Acid dapat digunakan untuk eksfoliasi kulit dalam konsentrasi yang sama dengan Glycolic dan Lactic Acid tetapi serupa dengan Malic, Tartaric Acid lebih sering digunakan sebagai penyeimbang pH yang dibutuhkan oleh AHA lainnya untuk dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik.

5. Citric Acid

Citric Acid adalah jenis AHA yang biasanya terdapat dalam berbagai buah sitrus seperti Jeruk dan Lemon.
Citric Acid dalam skincare bermanfaat untuk menghaluskan tekstur kulit dan juga sebagai anti-penuaan, namun tidak semua orang cocok menggunakan CA karena CA dianggap lebih mudah menyebabkan iritasi pada kulit karena memiliki kandungan pH aktif yang lebih rendah yaitu sekitar pH 2.2. Seperti kita ketahui, pH dibawah 3-3,5 itu sudah masuk kategori "irritant".

Maka dari itu, kebanyakan produk Citric Acid yang ditemukan dalam produk Skincare dengan jumlah yang rendah biasanya berfungsi sebagai anti-oksidan dan pengatur pH produk, menjaga agar pH formula tetap berada di kisaran yang dibutuhkan sehingga produk tersebut dapat bekerja dengan efektif namun tetap lembut bagi kulit.

6. Mandelic Acid 

Mandelic Acid ini merupakan jenis AHA yang jarang digunakan dibanding jenis AHA yang lain dan terdapat pada buah Bitter Almond tetapi Mandelic Acid ini memiliki ukuran molekul yang lebih besar (terbesar dibanding AHA jenis lain) yang artinya penetrasi ke kulit juga jauh lebih rendah, demikian pula resiko iritasinya sehingga lebih aman digunakan untuk kulit yang lebih sensitif. Ini juga jenis AHA kesayangan Jeng Bening!

 

AHA selain berperan sebagai Chemical Exfoliator yang merangsang pergantian kulit baru juga memiliki manfaat lain bagi kulit. Rata-rata semua jenis AHA yang dijelaskan diatas semuanya bisa membantu memudarkan hiperpigmentasi, melasma, dan noda yang terbentuk pasca-inflamasi.

Tetapi memang kecepatan khasiatnya untuk bisa kasat mata aja yang beda, karena tergantung pada besar molekul, konsentrasi dan rentang waktu berapa lama produk telah digunakan.
Glycolic dan Lactic Acid tidak hanya bekerja dengan mempercepat pergantian epidermal, tetapi juga secara langsung menghambat pembentukan melanin dalam melanosit. Juga, AHA diketahui dapat membantu kulit terlihat lebih segar dan halus, lebih terhidrasi, dan seiring waktu menjadi tampak lebih kencang dan tentunya cerah.

Penting untuk dicatat dan diingat sekali lagi ya, bahwa AHA pada perawatan kulit atau skincare tidak semuanya didapat dari sumber asalnya tetapi kebanyakan menggunakan bentuk sintetis karena lebih mudah distabilkan.
Dan yang paling penting, masalah keefektifan kerja AHA yang tergantung pada pH, konsentrasi dan lamanya penerapan produk pada kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa AHA yang mengandung glycolic acid atau lactic acid dalam konsentrasi antara 5% dan 10% dan dengan pH antara 3 dan 4 sangat ideal sebagai eksfoliator yang dapat bekerja secara optimal.

Jadi, produk AHA apa yang paling kamu suka?

Baca lebih lanjut

Grafis Produk Skincare Alernatif - beningbersinar

Produk Skincare Alernatif

Skincare Sesuai Dekade Usiamu

Skincare Sesuai Dekade Usiamu

Grafis Kulit Sehat - Bening Bersinar

Pentingnya Menjaga dan Meningkatkan Kesehatan Kulit

Komentar

Jadilah yang pertama berkomentar.