Second Cleanser

Second Cleanser - beningbersinar

Banyak sekali pendapat dan kontroversi simpang-siur tentang second cleanser. Kalau suka banget sama first cleanser yang sedang digunakan saat ini, pakai aja dua kali. Tetap dua kali yaa, bukan cuma satu kali lalu beres. Jadi tetap judulnya ritual double cleansing.

Tapi ya, punya wajah cuma satu. Sementara pilihan second cleanser di pasaran ada ribuan jenis.

MASA IYA MENDING PAKAI FIRST CLEANSER DUA KALI AJAAA?

Nah, berikut adalah pedoman dasar pilah-pilih second cleanser, sabun cuci muka, atau facial wash panggilan populernya.

  1. Jangan ngasal. Ini adalah langkah yang akan berdampak langsung pada kesiapan kulit menyerap skincare selanjutnya. Kalau first cleanser harus fokus pada mengangkat tuntas kotoran dan makeup tanpa merusak kulit, second cleanser ini kerjanya mempersiapkan kulit untuk bisa melakukan penyerapan skincare lain secara maksimal.

  2. Kulit wajib terasa nyaman setelah pakai second cleanser. Nggak boleh terasa kesat, kasar, apalagi tegang-ketarik setelah dibilas. Bahkan pori-pori bisa jadi mangap. Itu artinya produk terlalu “keras” dan pH kulit sangat terusik. Istilah kerennya : stripping the skin's natural barrier.

  3. Lebih baik longgarkan budget untuk posisi second cleanser ini (daripada beli First Cleanser mahal, dana bisa dipecah sedikit untuk menambah dana Second Cleanser). Karena dengan bahan baku yang lebih baik, efek yang lembut ke kulit, memberi khasiat ekstra, mempersiapkan kulit untuk menyerap skincare lanjutannya, jelas akan menghasilkan harga yang lebih tinggi juga.

  4. Kulit yang mengalami proses pembersihan secara tuntas dengan produk berkualitas, bisa berkurang signifikan masalah kulitnya. Contoh : jika kulit nggak kekeringan maka pori-pori nggak mangap, kotoran tidak menyumbat maka komedo musnah. Kulit sehat = mampu meregulasi pembaruan kulit dengan baik = tidak perlu menggunakan exfoliating toner terlalu sering. Lumayan bisa skip satu slot, kan?

  5. Nggak usah paranoid (tanpa bukti nyata, kuat, dilengkapi penelitian ilmiah atau diagnosis dokter) sama SLS, SLES, mineral oil, paraben, alkohol dll. Ada yang kulitnya memang nggak toleran sama SLS/SLES, ada yang justru butuh/hanya bisa pakai cleanser berbasis dua pembersih ini. Mineral oil juga nggak jahat kok, dia adalah salah satu pengangkat kotoran yang baik dan efektif. Walau sebagai oil, memang nggak ada nutrisinya, namun dia efektif mengikat kotoran di permukaan kulit.

 

Perhatikan kulit masing-masing aja!

 

Apakah Wajib Low pH Cleansers?

Cleanser yang terlalu basa (kurang-lebih pH diatas 7) akan membuat pH kulit melonjak tinggi selama beberapa saat. Cepat-lambat kulit memang akan kembali ke pH yang netral, namun bagi orang-orang tertentu, lonjakan sesaat itu sudah lebih dari cukup untuk menggasak moisture barrier, membuat populasi bakteri jahat meledak, dan meningkatkan risiko timbulnya jerawat secara drastis.

Secara umum, cleanser ber-pH rendah memang lebih baik diterima kulit.

Low-foaming cleanser juga demikian adanya (berbusa sedikit). Tapi bukan mutlak kalau low-pH, low-foaming PASTI lebih bagus, lho. Segalanya kembali ke kecocokan dan kebutuhan kulit masing-masing.

 

Ingat, kalau belum ketemu second cleanser yang berjodoh, gunakan first cleanser kesayanganmu aja dua kali. Repot sedikit tapi demi kesehatan kulit, nggak masalah kan?

Apapun itu selama kulitmu setuju, adalah yang terbaik untukmu #tsaaaahh

 

Jeng Bening

Baca lebih lanjut

First Cleanser- beningbersinar

First Cleanser

Zat-zat Aktif yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil & Menyusui

Zat-zat Aktif yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil & Menyusui

Hydrating Toner - beningbersinar

Hydrating Toner

Komentar

Jadilah yang pertama berkomentar.
Semua komentar dimoderasi sebelum dipublikasikan.